Dalam Menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi yang sangat panjang waktunya, karena sudah dilaksanakan lebih dari 6 bulan, maka perlu inovasi guru dalam penyelenggaraan pendidikan. Kondisi siswa yang belajar secara daring atau tatap maya dan dari rumah secara tatap muka dengan mengikut protokol kesehaatn, pastinya memiliki perbedaan. Permasalahan yang sering terjadi adalah, siswa sering tidak melaksanakan pembelajaran yang dilaksanakan guru secara maksimal. Apalagi pembelajarannnya secara dua arah menggunakan WAG, guru hanya memberikan materi kepaad siswa melalui WAG, kemuadian siswa menegerjakan tugas tersebut, di foto dan di kirim ke WAG. hal demikian mengakibatkan memori card semakin menjerit. Kemudian untuk proses penilaian pembelaran juga membutuhkan inovasi agar siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran daring.
Menyadari hal tersebut, kementerian Pendidiakn dan Kebudayaan melalui Pusat data dan informasi (Pusdatin) mengadakan seleksi PembaTIK Level 4 Berbagi untuk guru di seluruh Indonesia. salah satu tugas sebagai penilaian utama adalah mensosialisasikan Portal Rumah Belajar terobosan Kemdikbud, kepasa semua guru dan siswa di mana saja berada. Peserta PembaTIK Level 4: Berbagi dari masing-masing provinsi sebanyak 30 peserta, dan akan di seleksi lagi yang terbaik akan menjadi Duta Rumah Belajar mewakili provinsinya masing-masing.
Untuk memenuhi tugas peserta, maka para peserta berusaha dengan sukarela untuk menyebarluaskan Protal Rumah Belajar kepada seluruh guru-guru dan siswa di semua sekolah. Media pembelajaran yang tersedia dalam Portal Rumah Belajar sangat kompleks sekali, dengan berbagai media dan sumber belajar. fitur-fitur Rumah Belajar tersebut dapat di askes dengan mudah oleh guru, siswa, orang tua serta umum. karena dengan memanfaatkan Rumah Belajar Kemdikbud, kita bisa belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
Sahabat Rumah Belajar level 4 : berbagi dari Provinsi berbeda, saling berkolaborasi untuk saling membantu dan mensuport, untuk saling berbagi pengalaman dan penetahuan masing-masing terkait pemanfaatan Portal Rumah Belajar sebagai sumber utama dalam menunjang proses pembelajaran dalam masa Pandemi. masing-masing saling berkolaborasi untuk membagi ilmunya secara tatap maya kepada para guru dan siswa serta masyarakat umum, dengan membagikan link join zoom ke media sosial.
Sahabat Rumah Belajar lintas Provinsi yang berbagi yaitu pada kesempatan ini yaitu, Ibu Sapriyatni,S.Pd, Sahabat Rumah Belaja dari Babel dengan Materi yang dibawakan adalah Inovasi pembelajaran di masa PJJ bersama Rumah Belajar, kemudian, saya sendiri Amirudin Wabula, S.Pd. Sahabat Rumah Belajar Provinsi Maluku, dengan materi pemanfaatan fitur sumber belajar dengan edpuzzle, selanjutnya Ibu Polinma Sihombing, S.Pd., M.Pd. Sahabat Rumah Belajar dari Sulawesi Tengah, dengan materi Pemanfaatan Media Video dalam Pembelajaran terintegrasi portal rumah belajar dan yang membantu untuk memandu jalannya kegiatan Kolaborasi lintas Provinsi yaitu Ibu Linggawati, S.Pd.,M.M, Sahabat Rumah Belajar dari Sumatera Selatan.
Rumah Belajar merupakan portal sumber belajar yang lengkap untuk di manfaatkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran, baik secara online maupun offline. silahkan di kunjungi di : https://belajar.kemdikbud.go.id/
dengan Rumah Belajar, "Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia".
Rumah Belajar Kemdikbud
Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. "Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia"
Guru Penggerak
Demi mewujudkan program Merdeka Belajar, maka guru Penggerak sebagai wadah terdepan dalam memacu pendidikan di Indonesia.
Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar
Pendidikan hanya ‘tuntunan’ di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Hidup tumbuhnya anak-anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik.
Rumah Belajar Sebagai salah satu solusi Pembelajaran jarak jauh di Daerah Kepulauan
Oktober 03, 2020Guru Penggerak, Merdeka Belajar, Pendamping Guru Penggerak, Pusdatin, Rumah Belajar Kemdikbud, SimpaTIKNo comments
Guru Zaman ‘Now” dituntut melek IT dan mempunyai kompetensi yang diperlukan dalam menghadapi peserta didik di Abad 21. Peserta didik yang lahir sekarang merupakan Generasi Z yang dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa lepas dari gawai merupakan tantangan bagi pendidik di Abad 21 ini. Pendidik yang sebagian besar lahir dari Generasi X dan Generasi Y perlu dibekali kompetensi mengoperasikan peralatan IT dan software yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Jangan sampai terjadi kompetensi IT pendidik masih di Abad 20 sementara kompetensi IT peserta didik sudah di Abad 21. Minimal kompetensi yang dimiliki peserta didik harus sama dengan kompetensi yang dimiliki peserta didik.
Dalam penerapan belajar dari rumah di masa Pandemi, tidak semua guru dapat melakukannya dengan baik, dikarenakan tidak semua guru mampu menggunakan kelas daring dengan memanfaatkan android atau laptop karena keterbatsan kemampuan menguasai IT. Sebagian guru memanfaatkan WAG sebagai alat komunikasi dua arah untuk menyampaikan materi, ada juga dengan mendatangi rumah siswa di bentuk dalam kelompok kecil untuk memberikan materi secara tatap muka langsung dengan mengikuti protocol kesehatan. Selain itu guru juga membuat modul materi pembelajaran dan di bagikan kepada siswa dengan cara mendatangi rumah siswa satu persatu. Hal ini di akibatkan karena banyak siswa dan guru masih minim memiliki Android atau laptop sendiri untuk di manfaatkan sebagai kegiatan pembelajaran, karena kebutuhan ekonomi yang mendesak di masa Pandemi ini.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) yang sebelumnya bernama Pusat Teknologi dan Komunikasi (PUSTEKKOM), sejak Juli 2011 telah memperkenalkan Portal Rumah Belajar sebagai wadah pembelajaran Gratis kepada seluruh pendidikan formal maupun umum. Portal Rumah Belajar ini merupakan salah satu usaha untuk memfasilitasi proses pembelajaran melalui online maupun offline secara gratis. Portal Rumah belajar bisa diakses di https://belajar.kemdikbud.go.id/. Dengan berbagai Konten-konten pembelajaran yang mudah diakses baik guru maupun siswa bahkan orang tua dan masyarakat umum dengan menggunakan android maupun laptop. Rumah Belajar Kemdikbud menyediakan 11 konten diantaranya, 8 fitur utama yaitu Sumber Belajar, BSE ( Buku Sekolah Elektronik ), Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB ), dan Kelas Maya. Sedangkan 3 lainnya yang merupakan fitur pendukung yaitu Karya Komunitas, Karya Guru, dan Karya Bahasa dan Sastra.
Dengan adanya Portal Rumah Belajar kemdikbud, dapat membantu para guru dan siswa di Maluku sebagai daerah kepualuan untuk memudahkan proses pembelajaran di masa Pandemi. Hal ini dapat di lakukan dengan cara mensosialisasikan kepada guru di Maluku pada umumnya, dan Maluku Tengah pada khususnya yang di lakukan oleh para Sahabat Rumah Belajar Provinsi Maluku pada PembaTIK Level 4: Berbagi, sekaligus sebagai calon Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Tahu 2020. Upaya ini dilakukan agar mempermudah siswa dan guru dalam menerapakan pembelajaran dari rumah secara baik dengan memanfaatkan subsidi kuota gratis dari pemerintah untuk siswa dan guru dalam mengakses Portal Rumah Belajar Kemdikbud.
Tantangan Rumah belajar di masa pandemic dan masa Depan
Oktober 03, 2020Guru Penggerak, Merdeka Belajar, Pendamping Guru Penggerak, Pusdatin, Rumah Belajar Kemdikbud, SimpaTIKNo comments
Pada kesempatan ini saya akan menuliskan sedikit tentang pemikiran saya terkait
portal rinstisan Kemdikbud melalui Pusdatin, yang sudah sejak tahun 2013 familiar dan
menjadi salah satu portal gratis bagi kalangan guru dan siswa. Portal ini dapat
di akses oleh semua jenjang pendidikan formal dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan untuk orang tua dan
umum. Fitur-fitur dalam portalnya juga sudah sangat menarik. Semua isi dalam
konten yang menyediakan berbagai pembelajaran sangat membantu guru dan siswa
untuk proses pembelajaran. apalagi pembelajaran di masa pandemi ini. Saya sendiri mengenal portal rumah belajar sejak
mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar pada tahun 2018. Sejak saat itu saya sudah
memanfaatkan portal Rumah Belajar untuk membantu saya dalam proses pembelajaran
di kelas. Saya juga sudah membuat kelas maya di portal rumah belajar, untuk memudahkan
siswa dalam mengerjakan soal secara daring. Sebelumnya pada tahun 2016, saya
pernah mengikuti pelatihan daring yang di selenggarakan oleh Seamolec, yaitu
tentang kelas Maya Edmodo. Saya mengikuti pelatihannya hingga selesai dan
memperoleh sertifikat. Selanjutnya saya di percayakan oleh Seamolec menjadi
mentor bagi peserta yang mendaftar untuk pelatihan daring tersebut pada Batch 3.
pada saat itu sekolah saya SD Negeri 5 Masohi merupakan Satu-satunya SD di Kecamatan Kota Masohi, Kab. Maluku Tengah, yang sudah
mengajak siswa untuk meggunakan Android dan laptop sebagai alat untuk ulangan
secara daring. Jika dilihat dari segi ekonomi, tidak semua siswa yang orang
tuanya mampu untuk membeli smartphone kepada anaknya. Ada juga siswa yang sudah
memiliki smartphone namun tidak memilki uang untuk membeli pulsa data. Saya
selalu mengakali dengan cara, saya membeli pulsa data, kemudian saya share
hotspot kepada siswa yang memiliki smartphone. Bagi siswa yang tidk memiliki
android atau laptop, saya mengarahkan untuk memakai laptop saya atau android
teman yang sudah selesai mengerjakan soal daring. Selama siswa melakukan ulangan
secara daring, saya tidak lagi menggandakan soal sesuai jumlah siswa saya di
kelas. Bahan ulangan dari kertas, tidak lagi saya pakai, untuk menghemat biaya
penggandaan soal yeng menggunakan dana BOS. Dengan adanya siswa melaksanakan
ulangan menggunakan andoird dengan segala keterbatasan, saya menjadi sorotan di
sekolah. Nah ini yang menjadi tantangan bagi saya, karena siswa di larang untuk menggunakan HP di sekolah terutama di dalam kelas, dengan alasan
tidak konsentrasi dalam pembelajaran. Kalau untuk orang tua sih,
mereka mendukung saja, namun ada sebagian juga mengeluh karena pulsa data. Baru
berjalan dua kali ulanga harian, akirnya saya hentikan untuk kegiatan belajar
dan ulangan secara daring. Setelah saya mengikuti PembaTIK tahun 2018 yang di selenggarakan oleh Pustekkom Kemdikbud (sekarang Pusdatin), saya di
perkenalkan dengan fitur rumah belajar yang sangat kompleks. Menjadi daya tarik
saya dan siswa saat memanfaatkan portal rumah belajar. Disitu juga tersedia
pembuatan kelas maya bagi siswa untuk mengerjakan soal secara daring. Mirip
seperti edmodo, kelas maya Rumah Belajar sangat di tunjang dengan video
pembelajarn yang merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahakn. Sehingga siswa
dapat mengakses video untuk belajar, sbelum mengerjakan soal di kelas maya. Hal
ini menjadi pertimbangan saya pada saat memanfaatkan kelas maya di Edmodo dan
kelas maya di Rumah Belajar. Suatu perbandingan bagi diri saya ya, tidak tau
yang lain, karna ini pengalaman yang saya dapat sendiri. diantaranya Kelas
Digital Rumah Belajar masih celah, siswa terkadang tidak langsung terinput ke
kelas, ada jeda dan harus berkali-kali. Pola quiz di rumah belajar hanya memberi
satu jenis soal, multiple choice, tidak bisa acak jawaban dan soal Equation
Matematika belum bisa diketik, serta tidak bisa latex dan tidak bisa vicon.
Sebenarnya di edmodo juga tidak bisa vicon sih. Nah, perbandingan itu menjadi
tantangan di masa Pandemi covid 19 ini. Para siswa dan guru learning from home,
baik secara daring maupun luring. Banyak platform yang mudah di akses oleh
peserta didik dan guru, bahkan biar mahal pun mereka beli, asalkan sangat
kompleks dan menunjang segala segi pembelajaran. Mohon maaf disini saya hanya
mencari solusi terkait pemanfaatan portal rumah belajar yang memiliki fasilitas
yang mungkin di idamkan oleh para siswa dan guru. Dengan adanya belajar dari
ruamh, para orang tua tidak tinggal diam dalam menunjang anakanya belajar dari
rumah, karena takut ketinggalan pelajaran, anaknya tidak pintar dan lain
sebagainya. Berbagai cara yang di lakukan untuk mencari promosi portal yang
menarik dan sangat membantu untuk anaknya bisa belajar melalui internet atau
promosi lewat media lainnya. tak sungkan jika memang itu berbayar, dan berupaya
untuk mencari jaringan internet yang bisa di jangkau. Entah menggunakan pulsa
data, wifi, atau indihome. Kepala sekolah pun mengarahkan gurunya untuk
memanfaatkan sesuai kempuan guru dalam menggunakan teknologi, karena
keterbaatasan guru dalam mengelola IT. saya karena sudah terbiasa dengan Portal
Rumah Belajar, selain Gratis, juga mudah di akses sehingga membantu saya dalam
proses pembelajaran. siswa saya dapat saya arahkan langsung ke Portal Rumah
Belajar Kemdikbud untuk melihat berbagai sumber pembelajaran yang menunjang materi yang di
ajarkan.
Model-Model Pembelajaran inovatif
Sebelum menerapkan model-model pembelajaran inovatif, kita sebagaai guru seharusnya telah memahami karakteristik dan tujuan penerapan setiap model pembelajaran yang ingin dicapai oleh peserta didik. Setiap model pembelajaran akan memberikan pengalaman belajar yang berbeda seiring dengan tujuan dan karakter yang ingin dibentuk pada peserta didik. Dengan memahami tujuan dari setiap model pembelajaran yang akan diterapkan, kita sebagai guru akan mampu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didiknya. Berikut adalah tujuan dan penerapan model-model pemebalajaran inovatif:
1. Model Discovery-Inquiry merupakan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses pemecahan masalah, sehingga peserta didik harus melakukan eksplorasi berbagai informasi agar dapat menentukan konsep mentalnya sendiri dengan mengikuti petunjuk pendidik berupa pertanyaan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat digunakan ketika pendidik ingin mengkondisikan peserta didik untuk membudayakan berpikir tingkat tinggi (high order thinking/HOT), berpikir ilmiah, mandiri dan tidak hanya mengembangkan keterampilan bernalarnya/kognitif dalam menyelesaikan permasalahan.
2. Model Flipped Classroom adalah pembelajaran yang membalik metode tradisional di mana materi biasanya diberikan pada proses pembelajaran, tetapi pada model pembelajaran ini materi diberikan sebelum proses pembelajaran sehingga ketika proses kegiatan pembelajaran, peserta didik fokus untuk mendiskusikan materi atau masalah yang belum dipahami terkait materi yang telah dipelajari peserta didik dan atau mengerjakan tugas. Model pembelajaran dapat diterapkan ketika pendidik ingin meminimalkan jumlah instruksi langsung oleh guru kepada siswanya dalam mengajarkan materi dan memaksimalkan waktu untuk berinteraksi satu sama lain dalam membahas permasalahan terkait materi yang belum dupahami sehingga siswa memiliki waktu yang lebih banyak dalam memahami materi secara mandiri.
belajar untuk semua
3. Model Project Based Learning adalah model pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik melalui konsep yang dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Model pembelajaran ini cocok diterapkan ketika pendidik menginginkan peserta didik terlatih untuk mampu mencari solusi dan berkolaborasi untuk mengerjakan sebuah proyek untuk mengatasi suatu permasalahan konkret yang mereka hadapi.
4. Model Blended Learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Model pembelajaran ini dapat menjadi pilihan apabila pendidik ingin menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan melatih peserta didik menjadi mandiri dalam mengakses sumber belajar dan meningkatkan keterampilan teknologinya.
5. Model Berbasis Game adalah pembelajaran yang menggunakan permaianan atau game digital untuk tujuan pembelajaran. Model ini diterapkan oleh pendidik ketika ingin membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama dalam pembelajaran yang menyenangkan.
6. Model Self Organized Learning Environments/SOLE adalah pembelajaran yang menitikberatkan proses pembelajaran mandiri dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar yang dimiliki oleh peserta didik. Model pembelajaran ini digunakan oleh guru dalam melatih peserta didik untuk berpikir kreatif, mampu memacahkan masalah, dan mampu berkomunikasi.
demikian model-model pembelajaran Inovatif yang dapat di terapkan kepada siswa kita dalam rposes pembelajaran.
Sumber : Pemanfaatan Rumah Belajar untuk BDR Kemdikbud.
PROFIL
Nama : Amirudin Wabula
Tempat Tugas : SD Negeri 5 Masohi
Pendidikan
1. SD Negeri 2 Seith - Tahun 1993
2. SMP PGRI Seith - Tahun 1996
3. SMA Negeri 2 Lehitu - Tahun 2000
4. D2 PGSD STAIN Ambon - Tahun 2013
5. S1 FKIP Unpatti - Tahun 2016
Pekerjaan
bertugas sebagai guru honor dari tahun 2004 - 2005 di SD Inpres Tihulessy
bertugas sebgai guru honor (Guru Kontrak Daerah) dari tahun 2005-2008
Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2008
menjadi PNS Tahun 2010 penempatan di SD Negeri 5 Masohi.












