Rumah Belajar Kemdikbud

Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja. "Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia"

Guru Penggerak

Demi mewujudkan program Merdeka Belajar, maka guru Penggerak sebagai wadah terdepan dalam memacu pendidikan di Indonesia.

Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar

Pendidikan hanya ‘tuntunan’ di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Hidup tumbuhnya anak-anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik.

Cara cepat siswa join google clasroom dengan akun belajar.id

Pada postingan sebelumnya, sudah di berikan panduan mengaktifkan akun pembelajaran dari kementerian pendidikan dan Kebudayaan. pada kesempatan ini akan di berikan sedikit tips tentang cara siswa join ke classroom yang sudah di di buat oleh gurunya. sebenarnya tidak beda dengan akun pribadi siswa, tetapi agak memudahkan apabila menggunakan akun belajar.id karena tanpa registrasi lagi sduah otomatis masuk classroom. ada beberapa cara yang harus di lakukan agar siswa dapat join ke classroom tersebut, diantaranya: 1. join menggunakan link yang di bagikan oleh guru. 2. join menggunakan kode kelas yang sudah di buat oelh guru. 3. Dengan cara di tambahkan ke kelas oleh guru dengan memasukan akun belajar.id siswa. nah, cara yang sangat mudah yaitu guru memasukan akun belajar.id siswa secara manual, dengan cara meng-copy dari file exel semua akun siswa, kemudian paste pada fitur tambah siswa di classroom. maka sekejap saja semua akun siswa terinput dalam clasroom tersebut. berikut panduan untuk siswa join masuk slassroom. Selanjutnya arahkan siswa untuk membuka akunnya pada email masing-masing siswa dengan akun kemdikbud yang sudah di berikan kepada mereka (email dan paspor), kemudian klik Join ➡️ klik Continue/terus ➡️ ada pilihan guru dan siswa klik siswa selesai deh,,,, Untuk tahap demi tahap, bisa di lihat pada tampilan gambar berikut: 1. pada akun siswa akan tampil foto dan guru yang mengundang siswa tersebut, kemudian klik join.
2. setelah itu akan muncul tampilan continue/terus lalu di klik, seperti tampilan berikut.
3. akan muncul tampilan pilihan I'm a Student dan I'm a teacher. maka klik i'm student untuk join sebagai siswa.
4. nah sampai di situ, siswa sudah bisa melihat kelasnya seperti tampilan berikut.
Diatasnya ada sudah ada menu stream atau forum berupa beranda untuk saling berdiskusi sesasma teman atau dengan guru, kemudian ada menu Tugas Kelas untuk melihat semua tugas dan materi atau bahan ajar yang di berikan guru, dan Orang-orang atau anggota grup untuk melihat semua teman yang ada di dalam kelas dan guru siapa saja yang mengajar di kelas tersebut. 5. Untuk tampilan menu pada guru, sama dengan tampilan pada siswa, hanya ada tembahan menu Nilai untuk guru bisa melihat siapa saja yang sudah mengumpulkan tugas, sudah di nilai tugasnya, dan sudah mengembalikan tugasnya ke siswa. serta mengunduh hasil kerja siswa dalam bentuk exel lengkap dengan analisisnya untuk di masukan ke daftar nilai siswa. Demikian sedikit informasi terkait pemanfaatan akun pembelajaran kemdikbud bagi siswa dalam pembelajaran daring. semoga bermanfaat.

Panduan untuk mengaktifkan akun belajar.id dari kemdikbud

Akun belajar.id yang sudah secara otomatis di dapat dari kemdikbud merupakan akun elektronik yang memuat nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik. Secara resmi kemdikbud sudah meluncurkan penggunaan akun belajar.id kepada secara virtual dan sudah dapat gunakan secara gratis. Apa Saja Manfaat akun pembelajaran tersebut? 1. Materi dan informasi dari Kemendikbud, akan dikirimkan ke alamat pos elektronik Akun Pembelajaran, 2. Akun Pembelajaran akan digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi Kemendikbud. 3. Akun Pembelajaran akan menjadi salah satu jalur komunikasi resmi Kemendikbud ke peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. 4. Akun Pembelajaran yang sudah siap pakai dan sesuai struktur satuan pendidikan masing-masing pengguna. 5. memudahkan bagi guru dan siswa untuk belajar daring. Bagaimana cara mebgaktifkan akun Pembelajaran dari Kemdikbud Untuk Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan? 1. minta kepada OPS masing-masing satuan pendidikan. 2. Dapatkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran dari Operator Satuan Pendidikan di sekolah Anda 3. Buka halaman mail.google.com, lalu masukkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang Anda dapatkan 4. Anda akan diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan Akun Pembelajaran lalu mengganti akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran Anda. 5. Selamat! Anda sudah dapat menggunakan Akun Pembelajaran baru Anda. Demikian sekilas tentang panduan untuk mengkatifkan akun pembelajaran kemdikbud. semoga bermanfaat.

Sahabat Rumah Belajar Lintas Provinsi

Dalam Menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi yang sangat panjang waktunya, karena sudah dilaksanakan lebih dari 6 bulan, maka perlu inovasi guru dalam penyelenggaraan pendidikan. Kondisi siswa yang belajar secara daring atau tatap maya dan dari rumah secara tatap muka dengan mengikut protokol kesehaatn, pastinya memiliki perbedaan. Permasalahan yang sering terjadi adalah, siswa sering tidak melaksanakan pembelajaran yang dilaksanakan guru secara maksimal. Apalagi pembelajarannnya secara dua arah menggunakan WAG, guru hanya memberikan materi kepaad siswa melalui WAG, kemuadian siswa menegerjakan tugas tersebut, di foto dan di kirim ke WAG. hal demikian mengakibatkan memori card semakin menjerit. Kemudian untuk proses penilaian pembelaran juga membutuhkan inovasi agar siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran daring. Menyadari hal tersebut, kementerian Pendidiakn dan Kebudayaan melalui Pusat data dan informasi (Pusdatin) mengadakan seleksi PembaTIK Level 4 Berbagi untuk guru di seluruh Indonesia. salah satu tugas sebagai penilaian utama adalah mensosialisasikan Portal Rumah Belajar terobosan Kemdikbud, kepasa semua guru dan siswa di mana saja berada. Peserta PembaTIK Level 4: Berbagi dari masing-masing provinsi sebanyak 30 peserta, dan akan di seleksi lagi yang terbaik akan menjadi Duta Rumah Belajar mewakili provinsinya masing-masing. Untuk memenuhi tugas peserta, maka para peserta berusaha dengan sukarela untuk menyebarluaskan Protal Rumah Belajar kepada seluruh guru-guru dan siswa di semua sekolah. Media pembelajaran yang tersedia dalam Portal Rumah Belajar sangat kompleks sekali, dengan berbagai media dan sumber belajar. fitur-fitur Rumah Belajar tersebut dapat di askes dengan mudah oleh guru, siswa, orang tua serta umum. karena dengan memanfaatkan Rumah Belajar Kemdikbud, kita bisa belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Sahabat Rumah Belajar level 4 : berbagi dari Provinsi berbeda, saling berkolaborasi untuk saling membantu dan mensuport, untuk saling berbagi pengalaman dan penetahuan masing-masing terkait pemanfaatan Portal Rumah Belajar sebagai sumber utama dalam menunjang proses pembelajaran dalam masa Pandemi. masing-masing saling berkolaborasi untuk membagi ilmunya secara tatap maya kepada para guru dan siswa serta masyarakat umum, dengan membagikan link join zoom ke media sosial. Sahabat Rumah Belajar lintas Provinsi yang berbagi yaitu pada kesempatan ini yaitu, Ibu Sapriyatni,S.Pd, Sahabat Rumah Belaja dari Babel dengan Materi yang dibawakan adalah Inovasi pembelajaran di masa PJJ bersama Rumah Belajar, kemudian, saya sendiri Amirudin Wabula, S.Pd. Sahabat Rumah Belajar Provinsi Maluku, dengan materi pemanfaatan fitur sumber belajar dengan edpuzzle, selanjutnya Ibu Polinma Sihombing, S.Pd., M.Pd. Sahabat Rumah Belajar dari Sulawesi Tengah, dengan materi Pemanfaatan Media Video dalam Pembelajaran terintegrasi portal rumah belajar dan yang membantu untuk memandu jalannya kegiatan Kolaborasi lintas Provinsi yaitu Ibu Linggawati, S.Pd.,M.M, Sahabat Rumah Belajar dari Sumatera Selatan. Rumah Belajar merupakan portal sumber belajar yang lengkap untuk di manfaatkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran, baik secara online maupun offline. silahkan di kunjungi di : https://belajar.kemdikbud.go.id/ dengan Rumah Belajar, "Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia".

Rumah Belajar Sebagai salah satu solusi Pembelajaran jarak jauh di Daerah Kepulauan

Guru Zaman ‘Now” dituntut melek IT dan mempunyai kompetensi yang diperlukan dalam menghadapi peserta didik di Abad 21. Peserta didik yang lahir sekarang merupakan Generasi Z yang dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa lepas dari gawai merupakan tantangan bagi pendidik di Abad 21 ini. Pendidik yang sebagian besar lahir dari Generasi X dan Generasi Y perlu dibekali kompetensi mengoperasikan peralatan IT dan software yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Jangan sampai terjadi kompetensi IT pendidik masih di Abad 20 sementara kompetensi IT peserta didik sudah di Abad 21. Minimal kompetensi yang dimiliki peserta didik harus sama dengan kompetensi yang dimiliki peserta didik. Dalam penerapan belajar dari rumah di masa Pandemi, tidak semua guru dapat melakukannya dengan baik, dikarenakan tidak semua guru mampu menggunakan kelas daring dengan memanfaatkan android atau laptop karena keterbatsan kemampuan menguasai IT. Sebagian guru memanfaatkan WAG sebagai alat komunikasi dua arah untuk menyampaikan materi, ada juga dengan mendatangi rumah siswa di bentuk dalam kelompok kecil untuk memberikan materi secara tatap muka langsung dengan mengikuti protocol kesehatan. Selain itu guru juga membuat modul materi pembelajaran dan di bagikan kepada siswa dengan cara mendatangi rumah siswa satu persatu. Hal ini di akibatkan karena banyak siswa dan guru masih minim memiliki Android atau laptop sendiri untuk di manfaatkan sebagai kegiatan pembelajaran, karena kebutuhan ekonomi yang mendesak di masa Pandemi ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) yang sebelumnya bernama Pusat Teknologi dan Komunikasi (PUSTEKKOM), sejak Juli 2011 telah memperkenalkan Portal Rumah Belajar sebagai wadah pembelajaran Gratis kepada seluruh pendidikan formal maupun umum. Portal Rumah Belajar ini merupakan salah satu usaha untuk memfasilitasi proses pembelajaran melalui online maupun offline secara gratis. Portal Rumah belajar bisa diakses di https://belajar.kemdikbud.go.id/. Dengan berbagai Konten-konten pembelajaran yang mudah diakses baik guru maupun siswa bahkan orang tua dan masyarakat umum dengan menggunakan android maupun laptop. Rumah Belajar Kemdikbud menyediakan 11 konten diantaranya, 8 fitur utama yaitu Sumber Belajar, BSE ( Buku Sekolah Elektronik ), Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB ), dan Kelas Maya. Sedangkan 3 lainnya yang merupakan fitur pendukung yaitu Karya Komunitas, Karya Guru, dan Karya Bahasa dan Sastra. Dengan adanya Portal Rumah Belajar kemdikbud, dapat membantu para guru dan siswa di Maluku sebagai daerah kepualuan untuk memudahkan proses pembelajaran di masa Pandemi. Hal ini dapat di lakukan dengan cara mensosialisasikan kepada guru di Maluku pada umumnya, dan Maluku Tengah pada khususnya yang di lakukan oleh para Sahabat Rumah Belajar Provinsi Maluku pada PembaTIK Level 4: Berbagi, sekaligus sebagai calon Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Tahu 2020. Upaya ini dilakukan agar mempermudah siswa dan guru dalam menerapakan pembelajaran dari rumah secara baik dengan memanfaatkan subsidi kuota gratis dari pemerintah untuk siswa dan guru dalam mengakses Portal Rumah Belajar Kemdikbud.

Tantangan Rumah belajar di masa pandemic dan masa Depan

Pada kesempatan ini saya akan menuliskan sedikit tentang pemikiran saya terkait portal rinstisan Kemdikbud melalui Pusdatin, yang sudah sejak tahun 2013 familiar dan menjadi salah satu portal gratis bagi kalangan guru dan siswa. Portal ini dapat di akses oleh semua jenjang pendidikan formal dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan untuk orang tua dan umum. Fitur-fitur dalam portalnya juga sudah sangat menarik. Semua isi dalam konten yang menyediakan berbagai pembelajaran sangat membantu guru dan siswa untuk proses pembelajaran. apalagi pembelajaran di masa pandemi ini. Saya sendiri mengenal portal rumah belajar sejak mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar pada tahun 2018. Sejak saat itu saya sudah memanfaatkan portal Rumah Belajar untuk membantu saya dalam proses pembelajaran di kelas. Saya juga sudah membuat kelas maya di portal rumah belajar, untuk memudahkan siswa dalam mengerjakan soal secara daring. Sebelumnya pada tahun 2016, saya pernah mengikuti pelatihan daring yang di selenggarakan oleh Seamolec, yaitu tentang kelas Maya Edmodo. Saya mengikuti pelatihannya hingga selesai dan memperoleh sertifikat. Selanjutnya saya di percayakan oleh Seamolec menjadi mentor bagi peserta yang mendaftar untuk pelatihan daring tersebut pada Batch 3. pada saat itu sekolah saya SD Negeri 5 Masohi merupakan Satu-satunya SD di Kecamatan Kota Masohi, Kab. Maluku Tengah, yang sudah mengajak siswa untuk meggunakan Android dan laptop sebagai alat untuk ulangan secara daring. Jika dilihat dari segi ekonomi, tidak semua siswa yang orang tuanya mampu untuk membeli smartphone kepada anaknya. Ada juga siswa yang sudah memiliki smartphone namun tidak memilki uang untuk membeli pulsa data. Saya selalu mengakali dengan cara, saya membeli pulsa data, kemudian saya share hotspot kepada siswa yang memiliki smartphone. Bagi siswa yang tidk memiliki android atau laptop, saya mengarahkan untuk memakai laptop saya atau android teman yang sudah selesai mengerjakan soal daring. Selama siswa melakukan ulangan secara daring, saya tidak lagi menggandakan soal sesuai jumlah siswa saya di kelas. Bahan ulangan dari kertas, tidak lagi saya pakai, untuk menghemat biaya penggandaan soal yeng menggunakan dana BOS. Dengan adanya siswa melaksanakan ulangan menggunakan andoird dengan segala keterbatasan, saya menjadi sorotan di sekolah. Nah ini yang menjadi tantangan bagi saya, karena siswa di larang untuk menggunakan HP di sekolah terutama di dalam kelas, dengan alasan tidak konsentrasi dalam pembelajaran. Kalau untuk orang tua sih, mereka mendukung saja, namun ada sebagian juga mengeluh karena pulsa data. Baru berjalan dua kali ulanga harian, akirnya saya hentikan untuk kegiatan belajar dan ulangan secara daring. Setelah saya mengikuti PembaTIK tahun 2018 yang di selenggarakan oleh Pustekkom Kemdikbud (sekarang Pusdatin), saya di perkenalkan dengan fitur rumah belajar yang sangat kompleks. Menjadi daya tarik saya dan siswa saat memanfaatkan portal rumah belajar. Disitu juga tersedia pembuatan kelas maya bagi siswa untuk mengerjakan soal secara daring. Mirip seperti edmodo, kelas maya Rumah Belajar sangat di tunjang dengan video pembelajarn yang merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahakn. Sehingga siswa dapat mengakses video untuk belajar, sbelum mengerjakan soal di kelas maya. Hal ini menjadi pertimbangan saya pada saat memanfaatkan kelas maya di Edmodo dan kelas maya di Rumah Belajar. Suatu perbandingan bagi diri saya ya, tidak tau yang lain, karna ini pengalaman yang saya dapat sendiri. diantaranya Kelas Digital Rumah Belajar masih celah, siswa terkadang tidak langsung terinput ke kelas, ada jeda dan harus berkali-kali. Pola quiz di rumah belajar hanya memberi satu jenis soal, multiple choice, tidak bisa acak jawaban dan soal Equation Matematika belum bisa diketik, serta tidak bisa latex dan tidak bisa vicon. Sebenarnya di edmodo juga tidak bisa vicon sih. Nah, perbandingan itu menjadi tantangan di masa Pandemi covid 19 ini. Para siswa dan guru learning from home, baik secara daring maupun luring. Banyak platform yang mudah di akses oleh peserta didik dan guru, bahkan biar mahal pun mereka beli, asalkan sangat kompleks dan menunjang segala segi pembelajaran. Mohon maaf disini saya hanya mencari solusi terkait pemanfaatan portal rumah belajar yang memiliki fasilitas yang mungkin di idamkan oleh para siswa dan guru. Dengan adanya belajar dari ruamh, para orang tua tidak tinggal diam dalam menunjang anakanya belajar dari rumah, karena takut ketinggalan pelajaran, anaknya tidak pintar dan lain sebagainya. Berbagai cara yang di lakukan untuk mencari promosi portal yang menarik dan sangat membantu untuk anaknya bisa belajar melalui internet atau promosi lewat media lainnya. tak sungkan jika memang itu berbayar, dan berupaya untuk mencari jaringan internet yang bisa di jangkau. Entah menggunakan pulsa data, wifi, atau indihome. Kepala sekolah pun mengarahkan gurunya untuk memanfaatkan sesuai kempuan guru dalam menggunakan teknologi, karena keterbaatasan guru dalam mengelola IT. saya karena sudah terbiasa dengan Portal Rumah Belajar, selain Gratis, juga mudah di akses sehingga membantu saya dalam proses pembelajaran. siswa saya dapat saya arahkan langsung ke Portal Rumah Belajar Kemdikbud untuk melihat berbagai sumber pembelajaran yang menunjang materi yang di ajarkan.

Model-Model Pembelajaran inovatif

Sebelum menerapkan model-model pembelajaran inovatif, kita sebagaai guru seharusnya telah memahami karakteristik dan tujuan penerapan setiap model pembelajaran yang ingin dicapai oleh peserta didik. Setiap model pembelajaran akan memberikan pengalaman belajar yang berbeda seiring dengan tujuan dan karakter yang ingin dibentuk pada peserta didik. Dengan memahami tujuan dari setiap model pembelajaran yang akan diterapkan, kita sebagai guru akan mampu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didiknya. Berikut adalah tujuan dan penerapan model-model pemebalajaran inovatif: 1. Model Discovery-Inquiry merupakan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses pemecahan masalah, sehingga peserta didik harus melakukan eksplorasi berbagai informasi agar dapat menentukan konsep mentalnya sendiri dengan mengikuti petunjuk pendidik berupa pertanyaan yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat digunakan ketika pendidik ingin mengkondisikan peserta didik untuk membudayakan berpikir tingkat tinggi (high order thinking/HOT), berpikir ilmiah, mandiri dan tidak hanya mengembangkan keterampilan bernalarnya/kognitif dalam menyelesaikan permasalahan. 2. Model Flipped Classroom adalah pembelajaran yang membalik metode tradisional di mana materi biasanya diberikan pada proses pembelajaran, tetapi pada model pembelajaran ini materi diberikan sebelum proses pembelajaran sehingga ketika proses kegiatan pembelajaran, peserta didik fokus untuk mendiskusikan materi atau masalah yang belum dipahami terkait materi yang telah dipelajari peserta didik dan atau mengerjakan tugas. Model pembelajaran dapat diterapkan ketika pendidik ingin meminimalkan jumlah instruksi langsung oleh guru kepada siswanya dalam mengajarkan materi dan memaksimalkan waktu untuk berinteraksi satu sama lain dalam membahas permasalahan terkait materi yang belum dupahami sehingga siswa memiliki waktu yang lebih banyak dalam memahami materi secara mandiri. belajar untuk semua 3. Model Project Based Learning adalah model pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik melalui konsep yang dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Model pembelajaran ini cocok diterapkan ketika pendidik menginginkan peserta didik terlatih untuk mampu mencari solusi dan berkolaborasi untuk mengerjakan sebuah proyek untuk mengatasi suatu permasalahan konkret yang mereka hadapi. 4. Model Blended Learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Model pembelajaran ini dapat menjadi pilihan apabila pendidik ingin menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan melatih peserta didik menjadi mandiri dalam mengakses sumber belajar dan meningkatkan keterampilan teknologinya. 5. Model Berbasis Game adalah pembelajaran yang menggunakan permaianan atau game digital untuk tujuan pembelajaran. Model ini diterapkan oleh pendidik ketika ingin membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama dalam pembelajaran yang menyenangkan. 6. Model Self Organized Learning Environments/SOLE adalah pembelajaran yang menitikberatkan proses pembelajaran mandiri dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar yang dimiliki oleh peserta didik. Model pembelajaran ini digunakan oleh guru dalam melatih peserta didik untuk berpikir kreatif, mampu memacahkan masalah, dan mampu berkomunikasi. demikian model-model pembelajaran Inovatif yang dapat di terapkan kepada siswa kita dalam rposes pembelajaran. Sumber : Pemanfaatan Rumah Belajar untuk BDR Kemdikbud.

PROFIL

Nama : Amirudin Wabula Tempat Tugas : SD Negeri 5 Masohi Pendidikan 1. SD Negeri 2 Seith - Tahun 1993 2. SMP PGRI Seith - Tahun 1996 3. SMA Negeri 2 Lehitu - Tahun 2000 4. D2 PGSD STAIN Ambon - Tahun 2013 5. S1 FKIP Unpatti - Tahun 2016 Pekerjaan bertugas sebagai guru honor dari tahun 2004 - 2005 di SD Inpres Tihulessy bertugas sebgai guru honor (Guru Kontrak Daerah) dari tahun 2005-2008 Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2008 menjadi PNS Tahun 2010 penempatan di SD Negeri 5 Masohi.

Rumah Belajar Solusi Belajar di masa Covid 19

Sosialisasi Rumah Belajar di SD Negeri 5 Masohi

   Untuk memaksimalkan penerapan pola pembelajaran dari rumah yang masih tetap akan di laksanakan hampir di seluruh satuan pendidikan di Indonesia, Kemendikbud melalui Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah sebagai salah satu sumber dan media pembelajaran yang dapat di manfaatkan oleh pendidik, peserta didik, orang tua/wali, maupun masyarakat secara umum.

Guna memaksimalkan dan memudahkan pemanfaatan Rumah Belajar, berbagai inovasi dan pembaharuan dalam rangka memberikan layanan pendidikan terbaik bagi penggunanya, di sediakan berbagai fitur pendukung dengan bahan pembelajaran yang menarik. Mari kita simak, fitur-fitur menarik dari Rumah Belajar. 

Sumber Belajar

Sumber belajar adalah salah satu fitur pada portal Rumah Belajar yang menyediakan bebagai macam konten pembelajaran dengan media yang beragam seperti video, audio, laman interkatif yang diperuntukan bagi guru dan peserta didik di semua jenjang pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat.

Keistimewaan Ruma Belajar:

- Sumber belajar yang terbuka dan dapat di akses oleh siapa saja.

- Tampilan menarik dan isi konten variatif.

- Tersedia untuk semua jenjang pendidikan

- Dapat di manfaatkan secara online maupun offline.

- Dapat di akses secara mudah melalui PC, Laptop, maupun smartphone yang tersedia di playstore.

Bank Soal

Bank soal adalah salah satu fitur utama di portal Rumah Belajar yang terdiri dari kumpulan soal latihan, ulangan dan ujian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi belajar peserta didik. Bahan evaluasi untuk jenjang pendidikan SD/SMP/SMA/SMK dan SLB.

Setiap guru mata pelajaran di berbagai jenjang dan tingkat dapat menyusun evaluasi hasil belajar yang tersedia pada fitur Bank Soal yakni berupa latihan, ulangan, dan ujian sesuai dengan materi/topic pembelajaran yang di inginkan.

Peserta didik juga dapat mengakses semua butir soal secara gratis dan mudah. Dalam durasi yang telah ditentukan, peerta didik dapat mengerjakan soal-soal berbentuk pilihan ganda. Di akhir sesi pengerjaan, peserta didik dapat melihat skor (nilai) dan jawaban serta pembahasan dari masing-masing butir soal tersebut.

Kelas Maya

Kelas maya merupakan salah satu fitur dalam portal Rumah Belajar yang bisa di manfaatkan untuk menyelenggarakan aktifitas belajar jarak jauh. Kelas Maya memungkinkan pembelajaran dilakukan secara terstruktur meskipun tidak melaksanakan pertemuan tatap muka. Aktivitas dalam Kelas Maya mengedepankan Kemandirian belajar peserta didik dalam bentuk :

-          Belajar melalui modul dan beragam media

-          Berdiskusi

-          Mengerjakan tugas

-          Evaluasi pembelajaran

Laboratorium Maya

Laboratorium Maya pada portal Rumah Belajar Kemdikbud merupakan software computer yang memiliki kemampuan untuk melakukan modeling peralatan computer secara matematis yang di sajikan melalui sebuah simulasi. Dengan kata lain, laboratorium virtual atau maya merupakan merupakan bentuk tiruan dari sebuah laboratorium riil yang di gunakan dalam aktivitas pembelajaran ataupun penelitian secara ilmiah guna menekankan Laboratorium Maya diperlukan untuk memperkuat pemahaman konsep dalam proses pembelajaran. Laboratorium Maya di gunakan untuk melengkapi dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. Di samping itu dimungkinkan pula bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki laboratorium secara fisik dapat menerapkan Laboratorium Maya.

 

Buku Sekolah Elektronik (BSE)

BSE adalah Buku Sekolah Elektronik salah satu fitur di platform Rumah Belajar yang menyajikan konten buku dgital atau e-book, yang dapat di baca secara online bagi pengguna yang memiliki konkesi internet, dapat menguduh BSE, kemudian dibaca secara offline.

Konten fitur BSE berupa buku digital adri buku-buku sekolah berdasarkan kurikulum (untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK) dalam format pdf.

 

Peta Budaya

Layanan fitur Peta Budaya diperuntuhkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan siswa dan guru disekolah maupun masyarakat yang ingin mengetahui keanekaragaman budaya Indonesia.

Dengan tersedianya Portal Rumah Belajar dapat memudahkan guru dan siswa serta masyarakat luas untuk belajar dari rumah di masa pandemic covid 19. Portal Rumah Belajar dapat di akses secara gratis dari mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. "Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia". Semoga bermanfaat.